Seseorang yang dapat terpengaruh emosionalnya oleh kata-kata orang lain/ cibiran dari org lain, adalah orang yang menampung sampah busuk (kemarahan) yang dibuang oleh org lain.. :)
Sent from BlackBerry® on 3
Sabtu, 08 Desember 2012
Pengemudi dan Polisi
"Kisah Polisi Yg Menilang Sahabatnya"
BACA & RESAPI
Priiiiit.........!!
Prittttt....
Tlg tnjukkan SIM nya!"Kata polantas".Dgn wjah kesal sipengemudi brkata"maaf pak,sy tau slh mnerobos lampu merah,tp tlong pak jgn ditilang,sy buru2 krn anak sy ultah".Smbil cemas pengemudi yg bernama Ari itu menatapi wjah polisi trsebut,yg trnyata adalh tmen SMA,"Lho..kau kan si Tono,kita tmen SMA dlu!"Smbut Ari dgn nada lega.tp Tono si Polisi trsbut hnya senyum smbl ttp bersikukuh memnta SIM si Ari.
Dgn wjh kecewa Ari pun mmberikan SIM nya kmudian lgsung msk kedlm mobil nya & mnutup kaca pntunya rapat2.smntara Tono menulis ssuatu dikertas tilangnya.
Bbrp saat kemudian,Tono mngetuk kaca pintu mbl Ari.Smbil mmandangi wajah Tono penuh kecewa,Ari pun mmbuka kaca pintu mblnya hnya sedkit aja,mksud hnya cukup utk slipkan krtas tilang aja. Tono pun mmberikan kertas lewat kaca yg terbuka hnya sktr 2 CM itu lalu pergi tanpa kata.
Sambil menggerutu,kesal,Ari mmbuka kertas tersbut,tapi.."Hei,apa ini?knpa SIM saya dikmbalikan? & ini kertas apa!"Gumam Ari.Sgera Ari mmbuka kertas pmberian Tono tsb & membacanya, trnyata Tono tdk menilangnya,tp jstru mnulis surat yg isinya:"Hai Ari,kau tau ga,dulu saya pnya ank satu2nya yg mninggal ditabrak oleh Penerobos Lampu Merah.Pengemudinya dihukum 3 bln.setelah bebas ia dpt brkumpul & memeluk ank nya lg.Sementara saya...saya tdk dpt mlihat apalg memeluk ank saya lg :(.Beribu kali saya mncoba utk maafkan Pengemudi itu tp tdk bisa.
Maafkan saya Ari,kau hati2 dijln,ttp salam buat kluargamu & selamat ulang thn buat anakmu!
Lgsung Ari pun kluar dr mbl nya hndak jmpai Tono,tp Tono sdh tdk ada diPos nya.
Spnjang jln mngemudi,perasaan hati Ari tak tntu,brhrap kesalahannya dpt termaafkan.
Tak selamanya pngertian kita sama dgn pngertian org lain.terkadang kesenangan kita justru membuat duka Org lain,,...(-̩̩̩⌣́_⌣̀-̩̩̩)
Kalau anda sayang dengan orang yang disekitar anda, berbagilah cerita ini.
Sent from BlackBerry® on 3
BACA & RESAPI
Priiiiit.........!!
Prittttt....
Tlg tnjukkan SIM nya!"Kata polantas".Dgn wjah kesal sipengemudi brkata"maaf pak,sy tau slh mnerobos lampu merah,tp tlong pak jgn ditilang,sy buru2 krn anak sy ultah".Smbil cemas pengemudi yg bernama Ari itu menatapi wjah polisi trsebut,yg trnyata adalh tmen SMA,"Lho..kau kan si Tono,kita tmen SMA dlu!"Smbut Ari dgn nada lega.tp Tono si Polisi trsbut hnya senyum smbl ttp bersikukuh memnta SIM si Ari.
Dgn wjh kecewa Ari pun mmberikan SIM nya kmudian lgsung msk kedlm mobil nya & mnutup kaca pntunya rapat2.smntara Tono menulis ssuatu dikertas tilangnya.
Bbrp saat kemudian,Tono mngetuk kaca pintu mbl Ari.Smbil mmandangi wajah Tono penuh kecewa,Ari pun mmbuka kaca pintu mblnya hnya sedkit aja,mksud hnya cukup utk slipkan krtas tilang aja. Tono pun mmberikan kertas lewat kaca yg terbuka hnya sktr 2 CM itu lalu pergi tanpa kata.
Sambil menggerutu,kesal,Ari mmbuka kertas tersbut,tapi.."Hei,apa ini?knpa SIM saya dikmbalikan? & ini kertas apa!"Gumam Ari.Sgera Ari mmbuka kertas pmberian Tono tsb & membacanya, trnyata Tono tdk menilangnya,tp jstru mnulis surat yg isinya:"Hai Ari,kau tau ga,dulu saya pnya ank satu2nya yg mninggal ditabrak oleh Penerobos Lampu Merah.Pengemudinya dihukum 3 bln.setelah bebas ia dpt brkumpul & memeluk ank nya lg.Sementara saya...saya tdk dpt mlihat apalg memeluk ank saya lg :(.Beribu kali saya mncoba utk maafkan Pengemudi itu tp tdk bisa.
Maafkan saya Ari,kau hati2 dijln,ttp salam buat kluargamu & selamat ulang thn buat anakmu!
Lgsung Ari pun kluar dr mbl nya hndak jmpai Tono,tp Tono sdh tdk ada diPos nya.
Spnjang jln mngemudi,perasaan hati Ari tak tntu,brhrap kesalahannya dpt termaafkan.
Tak selamanya pngertian kita sama dgn pngertian org lain.terkadang kesenangan kita justru membuat duka Org lain,,...(-̩̩̩⌣́_⌣̀-̩̩̩)
Kalau anda sayang dengan orang yang disekitar anda, berbagilah cerita ini.
Sent from BlackBerry® on 3
Sabtu, 01 Desember 2012
Petuah Tionghoa
Petuah orang tionghoa yang baik:
Zhi de chong bai de 10 da hao xi guan:
10 Kebiasaan yang pantas dibanggakan:
1. 没病也要定期体验
Mei bing ye yao ding qi ti yan
Walau tidak sakit harus cek kondisi secara teratur
2. 不渴也得多喝温水
Bu ke ye dei duo he wen shui
Walau tidak haus harus banyak minum air
3. 遇事难解也得想通
Yu shi nan jie ye dei xiang tong.
Walau ketemu masalah sulit tetap harus dipecahkan
4. 没有喜事也要快乐
Mei you xi shi ye yao kuai le
Walau tidak ada hal menyenangkan harus tetap bahagia \=D/<=-P
5. 有理也要让人三分
You li ye yao rang ren san fen :)Walau kita berada di pihak yang benar, terkadang tetap kita perlu mengalah :)(y)
6. 有权也要低调做人
You quan ye yao di diao zuo ren
Walau memiliki kekuasaan tetap harus berkepribadian luhur
7. 不觉疲劳也得休息
Bu jue pi lao ye dei xiu xi
Walau tidak merasa lelah harus tetap beristirahat (=|
8. 生活富裕也要知足
Sheng huo fu yu ye yao zhi zu
Walau sudah kaya harus tetap dapat membatasi diri
9,再忙也要重视锻炼
Zai mang ye yao zhong shi duan lian
Walau sibuk sekali harus tetap mementingkan olah raga
10. 没事也要互相关爱!
Mei shi ye yao hu xiang guan ai!
Walau tak terjadi apa² harus tetap saling menyayangi ({}) <3.
Sent from BlackBerry® on 3
Zhi de chong bai de 10 da hao xi guan:
10 Kebiasaan yang pantas dibanggakan:
1. 没病也要定期体验
Mei bing ye yao ding qi ti yan
Walau tidak sakit harus cek kondisi secara teratur
2. 不渴也得多喝温水
Bu ke ye dei duo he wen shui
Walau tidak haus harus banyak minum air
3. 遇事难解也得想通
Yu shi nan jie ye dei xiang tong.
Walau ketemu masalah sulit tetap harus dipecahkan
4. 没有喜事也要快乐
Mei you xi shi ye yao kuai le
Walau tidak ada hal menyenangkan harus tetap bahagia \=D/<=-P
5. 有理也要让人三分
You li ye yao rang ren san fen :)Walau kita berada di pihak yang benar, terkadang tetap kita perlu mengalah :)(y)
6. 有权也要低调做人
You quan ye yao di diao zuo ren
Walau memiliki kekuasaan tetap harus berkepribadian luhur
7. 不觉疲劳也得休息
Bu jue pi lao ye dei xiu xi
Walau tidak merasa lelah harus tetap beristirahat (=|
8. 生活富裕也要知足
Sheng huo fu yu ye yao zhi zu
Walau sudah kaya harus tetap dapat membatasi diri
9,再忙也要重视锻炼
Zai mang ye yao zhong shi duan lian
Walau sibuk sekali harus tetap mementingkan olah raga
10. 没事也要互相关爱!
Mei shi ye yao hu xiang guan ai!
Walau tak terjadi apa² harus tetap saling menyayangi ({}) <3.
Sent from BlackBerry® on 3
Kebahagiaan Memberi
Bersumbangsih itu bukan hanya memberikan materi saja
Kondisi keamanan umum di Afrika Selatan kurang begitu baik, tidak sedikit relawan Tzu Chi di sana yang pernah mengalami perampokan.
Pernah sekali ada seorang relawan yang kembali ke Taiwan dan mengisahkan perampokan yang dialaminya, dia mengatakan: "Sungguh bersyukur! Master, untung nyawa saya tidak ikut dirampoknya."
Saya mengatakan: "Apakah anda menjadi patah semangat?" Dia menjawab: "Tidak akan, itu hanya disebabkan karena apa yang telah kita perbuat masih belum cukup, jadi kita harus menerapkan misi pendidikan secara lebih meluas lagi."
Orang jahat juga bisa lapar. Dia tidak mengatakan: "Saya selalu menolong orang miskin setempat, mengapa mereka masih merampok diriku?" Tetapi mengingatkan diri sendiri: "Apa yang saya perbuat masih belum cukup, saya harus lebih bersungguh hati lagi dalam berbuat." Inilah kelapangan dada mereka!
Insan Tzu Chi di Afrika Selatan telah menggarap lahan berkah selama hampir 20 tahun dengan kondisi batin demikian dan telah membangun hubungan batin yang kokoh dengan warga setempat, sekarang ini malah ada warga setempat yang mengajukan diri dengan gagah berani untuk melindungi keselamatan diri insan Tzu Chi.
Bersumbangsih bukan hanya memberikan materi saja, melainkan harus "menerapkan kewelas asihan dan kebijaksanaan secara bersamaan".
Pernah kejadian ada seseorang yang demi mendapatkan uang, dia menjual bahan bantuan yang diberikan Tzu Chi, dia juga kerap mengganggu orang lain; namun insan Tzu Chi kembali menemukan namanya dalam daftar penerima bantuan dan bertanya kepada relawan suku Zulu yang melakukan survei, apakah masih mau membagikan bahan bantuan kepadanya? Relawan tersebut menjawab: "Dia juga merupakan orang miskin yang hanya hidup dari bertani. Walau dia adalah orang jahat, namun perutnya juga bisa lapar."
"Walau dia adalah orang jahat, namun perutnya juga bisa lapar" --- Lihat betapa penuh pengertian dan penuh kebijaksanaannya para Bodhisattva Suku Zulu itu relawan setempat!
Sent from BlackBerry® on 3
Kondisi keamanan umum di Afrika Selatan kurang begitu baik, tidak sedikit relawan Tzu Chi di sana yang pernah mengalami perampokan.
Pernah sekali ada seorang relawan yang kembali ke Taiwan dan mengisahkan perampokan yang dialaminya, dia mengatakan: "Sungguh bersyukur! Master, untung nyawa saya tidak ikut dirampoknya."
Saya mengatakan: "Apakah anda menjadi patah semangat?" Dia menjawab: "Tidak akan, itu hanya disebabkan karena apa yang telah kita perbuat masih belum cukup, jadi kita harus menerapkan misi pendidikan secara lebih meluas lagi."
Orang jahat juga bisa lapar. Dia tidak mengatakan: "Saya selalu menolong orang miskin setempat, mengapa mereka masih merampok diriku?" Tetapi mengingatkan diri sendiri: "Apa yang saya perbuat masih belum cukup, saya harus lebih bersungguh hati lagi dalam berbuat." Inilah kelapangan dada mereka!
Insan Tzu Chi di Afrika Selatan telah menggarap lahan berkah selama hampir 20 tahun dengan kondisi batin demikian dan telah membangun hubungan batin yang kokoh dengan warga setempat, sekarang ini malah ada warga setempat yang mengajukan diri dengan gagah berani untuk melindungi keselamatan diri insan Tzu Chi.
Bersumbangsih bukan hanya memberikan materi saja, melainkan harus "menerapkan kewelas asihan dan kebijaksanaan secara bersamaan".
Pernah kejadian ada seseorang yang demi mendapatkan uang, dia menjual bahan bantuan yang diberikan Tzu Chi, dia juga kerap mengganggu orang lain; namun insan Tzu Chi kembali menemukan namanya dalam daftar penerima bantuan dan bertanya kepada relawan suku Zulu yang melakukan survei, apakah masih mau membagikan bahan bantuan kepadanya? Relawan tersebut menjawab: "Dia juga merupakan orang miskin yang hanya hidup dari bertani. Walau dia adalah orang jahat, namun perutnya juga bisa lapar."
"Walau dia adalah orang jahat, namun perutnya juga bisa lapar" --- Lihat betapa penuh pengertian dan penuh kebijaksanaannya para Bodhisattva Suku Zulu itu relawan setempat!
Sent from BlackBerry® on 3
Cerita, "Penjual Ikan"
Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan Segar"
Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata :DISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?"
"Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".
Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.
"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"
"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dantinggallah tulisan "JUAL IKAN"
Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakantulisannya : "Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?"
Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalahtulisan "IKAN"
Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging?"
"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.
(Author Unknown)
Sahabat, Bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang mustahil.... atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri
Sudah menjadi kenyataan bahwa manusia akan ada yang berbeda pendapat.
Terbukti perumahan mungil2 yang dulunya sama semua, dalam hitungan tahun sudah menjadi beda semua...
Jadi utamakan kebijaksanaan... biarlah orang lain berpendapat..., tapi saringlah, cerna kembali pendapat mereka... Ambillah yang Anda anggap paling terbaik bagi diri sendiri dan sktr anda.
Salam Metta,
"Sabbe satta bhavantu sukhitatta"
สัพเพ สัต ตา ภะ วัน ตุ สุขิตัต ตา
Semoga semua makhluk berbahagia
Sent from BlackBerry® on 3
Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan Segar"
Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata :DISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?"
"Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".
Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.
"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"
"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dantinggallah tulisan "JUAL IKAN"
Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakantulisannya : "Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?"
Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalahtulisan "IKAN"
Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging?"
"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.
(Author Unknown)
Sahabat, Bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang mustahil.... atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri
Sudah menjadi kenyataan bahwa manusia akan ada yang berbeda pendapat.
Terbukti perumahan mungil2 yang dulunya sama semua, dalam hitungan tahun sudah menjadi beda semua...
Jadi utamakan kebijaksanaan... biarlah orang lain berpendapat..., tapi saringlah, cerna kembali pendapat mereka... Ambillah yang Anda anggap paling terbaik bagi diri sendiri dan sktr anda.
Salam Metta,
"Sabbe satta bhavantu sukhitatta"
สัพเพ สัต ตา ภะ วัน ตุ สุขิตัต ตา
Semoga semua makhluk berbahagia
Sent from BlackBerry® on 3
Senin, 29 Agustus 2011
Bodhidharma, Sesepuh Zen
Bodhidharma, Sesepuh Zen
Agama Buddha Chan (Chan Zhong) sebuah tradisi utama lainnya dari agama Buddha Mahayana, muncul sebagai akibat kunjungan bersejarah ke Tiongkok yang dilakukan oleh seorang suciwan agung dari India, Bodhidharma. Bodhidharma tiba di Kanton (Guang Dong) pada tahun 520 Masehi. Chan adalah terjemahan dari istilah Sanskerta DHYANA, yang berarti meditasi. Dengan demikian, agama Buddha Chan mensyaratkan para umatnya untuk mempraktikkan praktik-praktik meditasi yang ketat dan dalam, yang memotong habis intelektualisme. Ini terkadang membuat orang menjadi percaya bahwa praktik ini sangat mirip dengan praktik Tanah Suci. Praktik Tanah Suci juga menyingkirkan pengetahuan intelektual, serta mengajarkan para umatnya untuk berkeyakinan penuh terhadap Buddha Amitabha untuk memperoleh keselamatan, sekalipun bagi agama Buddha Chan keselamatan bukanlah "JALAN MUDAH". Bagi agama Buddha Chan, keselamatan membutuhkan kekuatan dan upaya diri untuk mencapai keselamatan, serta tidak bergantung pada Buddha mana pun untuk membantu pencapaian Pencerahan. Namun, kedua tradisi ini sama-sama populer bagi orang Tionghoa, dan kemudian juga bagi orang Jepang di abad ke-12. Di Jepang, agama Buddha Chan ini dikenal sebagai agama Buddha Zen. Dua aliran utama yang muncul dari tradisi ini adalah RINZAI (LIN CI) dan SOTO (CAO DONG), yang hanya berbeda dalam cara pendekatannya menuju Pencerahan.
Bodhidharma (470-543 Masehi) adalah sesepuh ke-28 agama Buddha, sekaligus sebagai sesepuh pertama dari agama Buddha Chan, tradisi yang didirikannya di Tiongkok. Ajarannya diwariskan turun-temurun dengan apa yang dikenal sebagai "TRANSMISI BATIN/PEWARISAN BATIN" terhadap sejumlah sesepuh. Salah satu sesepuh yang paling terkenal adalah HUI NENG (637-713 Masehi), yang merupakan sesepuh ke enam.
Sesampainya di Tiongkok, Bodhidharma dipanggil menghadap ke istana oleh Kaisar WU DI dari Dinasti Liang, yang juga merupakan sesosok umat Buddha yang penuh semangat serta yang membanggakan dirinya karena banyak mendukung agama Buddha. Karena bangga atas pengetahuannya akan agama Buddha serta sumbangsih yang telah diberikannya kepada Sangha, ia bertanya kepada sang suciwan, "seberapa banyak jasa kebajikan yang telah diperolehnya?".
"Tidak ada jasa kebajikan apa pun" adalah jawaban yang mengejutkan dari Bodhidharma.
Sang Kaisar sering kali mendengarkan ajaran dari para guru terkenal yang berkata, "jika berbuat baik, Engkau akan menerima kebaikan. Jika berbuat buruk, Engkau akan menerima keburukan. Hukum Karma tak berubah, akibat timbul dari penyebab laksana bayang-bayang mengikuti bendanya'. Namun sekarang sang suciwan menyatakan bahwa Kaisar belum memperoleh jasa kebajikan apa pun. Kaisar merasa sangat kebingungan.
Mengapa Bodhidharma menjawab seperti itu? Mungkin karena beliau tengah mencoba berkata, dengan sedikit kata-kata, bahwa jika seseorang melakukan perbuatan baik dengan niat untuk memperoleh jasa kebajikan bagi dirinya sendiri, itu bukan lagi praktik Buddhis. Itu berarti bahwa orang itu tidak benar-benar tengah mempraktikkan Dharma, namun lebih untuk memuaskan egonya sendiri ataupun meningkatkan kesejahteraannya sendiri, dan malah mungkin supaya dikenal dan dihargai. Dalam hal ini, bagaimana mungkin ada jasa kebajikan apa pun dalam perbuatan seperti ini? Dan sebagai guru Zen, ia tidak berkata banyak. Karena itu, ia hanya menjawab, "Tidak ada jasa kebajikan apa pun".
Merasa terkejut, Kaisar lalu menanyakan pertanyaan berikutnya, "Lalu, apa inti agama Buddha itu?"
Bodhidharma segera menjawab. "Kekosongan di mana-mana, tiada inti apa pun". Jawaban ini membuat Kaisar tertegun karena ia tak mampu memahami makna yang mendalam dari istilah "Tiada inti apa pun" dalam ajaran Buddha. Para guru lainnya telah bersusah-payah menjelaskan bahwa inti ajaran agama Buddha terkandung dalam doktrin-doktrin seperti Hukum Sebab Akibat (Hukum Karma), Empat Kebenaran Mulia, Cita-cita Bodhisatwa, dan sebagainya. Namun orang yang dianggapnya sebagai sosok sesepuh agung agama Buddha ini hanya menyatakan bahwa "tidak ada inti apa pun"
Lalu Kaisar menanyakan pertanyaannya yang terakhir, "Karena Engkau menyatakan bahwa dalam agama Buddha semua hal tidak memiliki inti, lalu siapakah yang tengah berbicara di hadapankun saat ini?" Bodhidharma menjawab, "Saya tidak tahu". Sang Kaisar sangat terkejut, karena ia tidak mampu memahami maksud Bodhidharma.
Dengan penuh kebingungan, Kaisar lalu menyuruh sang suciwan pergi dari istana. Demikianlah, untuk pertama kalinya Tiongkok mencicipi ajaran Chan.
Setelah itu, Bodhidharma menyendiri lagi, merenung, "Karena sesosok ahli yang terpelajar dan hebat seperti Kaisar pun tidak mampu memahami apa yang aku tengah coba sampaikan, mungkin kondisinya belum matang bagiku untuk mengajar......" Ia lalu menyendiri di sebuah gua di Biara Shao Lin (Shao Lin Si) yang terkenal itu. Disana, ia duduk dalam perenungan yang mendalam seraya menghadap ke dinding gua selama sekitar sembilan tahun, menunggu waktu yang tepat, saat ajaran-ajarannya bisa dipahami dan diterima rakyat disana.
Bodhidharma datang ke Tiongkok untuk memberikan ajarannya yang khusus, yang bisa dikatakan terkandung dalam syair ini :
PEWARISAN AJARAN SECARA KHUSUS DI LUAR KITAB SUCI,
TAK BERGANTUNG PADA KATA ATAUPUN HURUF,
LANGSUNG MENEMBUS KE HATI,
MELIHAT KE DALAM SIFAT DIRI SENDIRI.
Bodhidharma selanjutnya tinggal di Tiongkok selama sekitar 50 tahun, mengajar di saat yang tepat, dan menggunakan LANKAVATARA SUTRA (LENG JIA JING) dalam ajarannya. Ia digantikan oleh para sesepuh berikut ini :
- Sesepuh ke-2 : Hui Ke (486-593 Masehi)
- Sesepuh ke-3 : Seng Can (wafat tahun 606 Masehi)
- Sesepuh ke-4 : Dao Xin (580-651 Masehi)
- Sesepuh ke-5 : Hong Reng (602-675 Masehi)
- Sesepuh ke-6 : Hui Neng (638-713 Masehi)
Adalah Hui Neng, seorang pandai kayu yang buta huruf, yang akhirnya membuat agama Buddha Chan berkembang subur di Tiongkok, lebih dari sebelumnya.
Mungkin menarik untuk dicatat disini bahwa setelah kepergian Bodhidharma, Kaisar Wu Di membicarakan kejadian tersebut dengan guru spiritualnya, BAO ZHI. Sang guru bertanya kepada sang Kaisar, "Apakah Yang Mulia mengetahui siapakah orang ini sesungguhnya? Beliau ini adalah Avalokitesvara Mahasatva yang tengah mewariskan Jejak Hati Buddha....."
Betapa menyesalnya Kaisar karena telah menyuruhnya pergi dari istana. Bertahun-tahun kemudian, tatkala mengetahui sang suciwan telah wafat, Kaisar sangat berduka. Ia lalu membuatkan sebuah pahatan untuk mengenang sang sesepuh agung tersebut. Pahatan itu berbunyi :
"ADUHAI! AKU MELIHATNYA TAPI TAK MELIHATNYA,
AKU BERJUMPA DENGANNYA TAPI TAK BERJUMPA DENGANNYA,
AKU BERTEMU DENGANNYA TAPI TAK BERTEMU DENGANNYA,
SEKARANG, DAN SEBELUM INI, SUNGGUH AKU MENYESALINYA!."
Bodhidharma memiliki banyak umat yang penuh bakti, dan hari wafatnya diperingati pada tanggal 5 bulan 10 penanggalan bulan. Beliau sering kali dilukiskan sebagai sesosok biksu kelana, atau dilukiskan berdiri menjejak sebatang ilalang yang membawanya menyeberang sungai, suatu mukjizat yang membuat orang -orang yang menyakini kekuatannya ini menganggap beliau sebagai seorang ARHANT atau LUO HAN, suatu istilah dalam bahasa Mandarin yang artinya "DEWA ABADI". Menurut tradisi Tionghoa, Bodhidharma adalah salah satu dari 18 Luo Han yang sangat dekat dengan umat manusia. Lukisan kelompok Luo Han ini umumnya terdapat di banyak wihara, dan para Luo Han ini digambarkan memiliki aneka jenis kekuatan adialami, yang dilambangkan oleh hewan-hewan liar yang merunduk jinak di samping mereka, dan atau oleh benda-benda khusus yang dihubungkan dengan mereka ini. Sekalipun para Luo Han ini berada satu tataran di bawah tataran Bodhisatwa, mereka ini adalah makhluk-makhluk yang telah Tercerahkan, yang patut kita hormati. Oleh umat Buddha, Bodhidharma atau DA MO dipuja sebagai pendiri TRADISI PERENUNGAN AGUNG atau CHAN/ZEN. Dan oleh orang-orang lainnya, ia dipuja atas kekuatan perlindungannya, atau sebagai suciwan agung dari Biara Shao Lin.
Sumber : Buddha dan Bodhisatwa dalam agama Buddha Tionghoa
Penerbit : Yayasan Serlingpa Dharmakirti
Langganan:
Postingan (Atom)