Sabtu, 01 Maret 2014
Detik2 menjelang Kematian
"Just sharing" Aϑå 3 tanda 2x menjelang detik 2x kematian seseorang, yaitu :
1. Kamma : Perbuatan...
Perbuatan 2x di masa lalu akan muncul seketika seakan 2x kita sedang melakukannya pada saat itu.
Org yg semasa hidupny bnyk melakukan perbuatan baik, akan mudah mengingat perbuatan2 baik yg pernah dlakukannya, ibarat pohon yg mengarah ke timur jika dtebang akan tetap mengarah ke timur, begitu pula lah pikiran mnjelang kematian.
Oleh karena itu, kalau menghadapi orang yg sedang menghadapi kematian, harus diingatkan perbuatan 2x baik yg pernah diperbuat "JANGAN" pernah menanyakan bagaimana keadaannya pada saat itu, karena yg bersangkutan akan semakin takut & cemas.
2. Kammanimitta
: Alat yg digunakan pada saat seseorang untuk melakukan suatu perbuatan.
Maksudnya, semasa hidupnya dia menggunakan alat tersebut untuk melakukan perbuatan baik atau buruk.
Misalnya: seorang penjagal babi, ddetik2 mnjelang kematiannya melihat pisau.
3. Gattinimita
: Tempat yg akan dituju/dilahirkan, disanalah dia akan terlahir kembali.
Misalnya pada saat menjelang kematiannya, yg bersangkutan melihat api, berarti akan terlahir di alam "niraya : neraka".
Melihat hutan, akan trlahir sebagai asura: raksasa. Tetapi jika melihat kereta 2x kencana & "Bodhisattva : Makhluk luhur", yg bersangkutan akan terlahirkan di alam "sukkhavati : bahagia".
Orang yg takut menghadapi kematian adalah :
1. Orang yg tidak mampu melepaskan kesenangan 2x duniawi.
2. Orang yg tidak mampu melepaskan kemelekatan pada tubuh jasmani.
3. Orang yg belum pernah melakukan perbuatan 2x baik.
4. Orang yg belum memahami "dhamma : kebenaran".
Oleh karenanya persiapkanlah diri kita dengan kebajikan 2x, mis :
Berdana : amal, menjalankan sila : ber moral & meditasi untuk melatih kesadaran. Y.M.B. Kheminda.
Sabtu, 18 Januari 2014
Hidup bagai napas
Senin, 25 November 2013
Ilustrasi Kehidupan
By Bhante Aggacitto
Hidup itu memang sudah banyak masalah, baik besar maupun kecil tetap akan ada namanya masalah.
Maka dari itu berusahalah untuk tidak menambah lagi masalah, meskipun hidup sudah banyak masalah coba tersenyumlah, hadapilah dan selesaikanlah, agar hidup semakin tidak bermasalah.
Seperti halnya "Air laut.... Meskipun banyak sungai Ƴα̍Ϟƍ besar maupun kecil, meskipun banyak kotoran menyiramnya ia tetap tenang dan tegar dengan penuh kerendahan untuk menerimanya.
Ia tidak pernah mempermasalahkan meskipun itu tidak menyenangkan, walaupun demikian air laut tetap pada prinsipnya untuk selalu menawarkan semua rasa menjadi satu rasa"
Hendaknya kita perlu merenungkan dan belajar banyak dari air laut, meski rasanya tidak enak kita minum tetapi sifatnya memiliki nilai lebih Ƴα̍Ϟƍ luar biasa bagi kehidupan.
Sent from BlackBerry® on 3
Sabtu, 17 Agustus 2013
TANPA-AKU ADALAH INTISARI AJARAN BUDDHA
Dunia ini adalah Kosong.Kosong dari apa? Kosong dari Aku dan segala sesuatu milik Aku.…Segala sesuatu adalah tidak nyata, hanya ilusi.
Semua entitas (wujud) yang lahir itu ada, tetapi tanpa Aku. Mereka seharusnya tidak dipegang erat dan dijadikan Aku, karena mereka akan menjerat batin kita, menjebak kita selamanya, dan menyiksa kita dengan begitu liciknya, tanpa menimbulkan Kecurigaan sedikit pun.Seseorang yang menganggap hal-hal kosong sebagai kenyataan adalah seseorang yang keliru memahami atau… seseorang yang memberikan pada dirinya sendiri segudang 'dukkha'.Bahasa yang diucapkan seperti ada sebuah "Aku" adalah bahasa Manusia. Kata-kata yang diucapkan tanpa ada arti "Aku" adalah bahasa Dhamma.
Sebuah doktrin yang masih mengajarkan bahwa ada 'Aku' akan selalu berakhir menuju pada perluasan ke-egoisan dan tidak akan dapat melenyapkan 'dukkha', karena ke-egoisan berasal dari kotoran batin.Tidak melekat pada segala sesuatu sebagai Aku atau Milikku, tetapi lebih melihat segala sesuatu terjadi sesuai "Sebab dan Akibat", tidak ada kaitannya dengan nihilisme. Hal ini adalah sesuatu yang sangat jauh berbeda. Pahamilah dengan benar, sehingga Anda dapat mengerti intisari agama Buddha: "Tiada apa pun yang dapat dianggap sebagai Aku"
(Practical Buddhism, by Ajahn Buddhadasa, penerbit Karaniya)
Sent from BlackBerry® on 3
Sabtu, 13 Juli 2013
TIGA MACAM KEBAIKAN
<3[I]<3 ALOBHA:
Tidak tamak, tidak loba atau ketidak cenderungan pikiran terhadap suatu obyek. Ia juga disebut Nekkhamma-dhatu (pengingkaran diri atau meninggalkan kesenangan duniawi) atau disebut juga Anabhijjha (tidak mempunyai napsu loba).
<3[II]<3 ADOSA:
Tidak benci, tidak dendam, menurut etika berarti persahabatan, yaitu kecenderungan dari pikiran kearah obyeknya, kemurnian pikiran. Ia juga disebut Abyapada (tidak mempunyai kemauan jahat) dan Metta (cinta-kasih tanpa pamrih).
<3[III]<3 AMOHA:
Tidak bodoh atau mengenal sesutu menurut keadaan yang sebenarnya. Ia juga disebut Nana (Pengertian), Panna (Kebijaksanaan), Vijja (Pengetahuan), Samma-ditthi (Pandangan Benar).
CATATAN:
Bagi mereka dalam dirinya
telah bernaung Kusala-mula 3 disebut Tihetuka-puggala (makhluk yang bersekutu dengan "tiga sebab/akar). Ada 4 jenis:
1. Tihetuka Ukkhatthukkattha (tinggi-tinggi).
2. Tihetuka Ukkhatthomaka (tinggi-rendah).
3. Tihetuka Omakukkhattha (rendah-tinggi).
4. Tihetuka Omakomaka (rendah-rendah).
Penjelasan:
No.1 dan 2 diatas bila meninggal dunia terlahir lagi menjadi Tihetuka-puggala. Melaksanakan Samatha mencapai Jhana, Vipassana mencapai kesucian. Sedangkan No.3 dan 4 diatas bila meninggal dunia terlahir menjadi Dvihetuka-puggala.
(Dighanikaya III.275).
*************************
Pengurai Dhamma:
Pandit J. Kaharuddin.
*************************
Sent from BlackBerry® on 3
Jumat, 12 Juli 2013
Uraian Singkat Tentang Karma
Aku adalah pemilik kammaku sendiri...
Pewaris kammaku sendiri...
Lahir dari kammaku sendiri...
Berhubungan dengan kammaku sendiri...
Terlindung dari kammaku sendiri...
Apapun kamma yang kuperbuat, baik atau buruk...
Itulah yang akan aku warisi...
Dua kalimat terakhir menjelaskan bahwa "SEBAB" apapun yang aku perbuat, maka "AKIBAT" itu pula yang akan ku terima.
Perbuatan buruk akan berbuah buruk.
Perbuatan baik akan berbuah baik.
Kadang terlihat "seperti" ada perbuatan baik yang di balas dengan kejahatan, namun sesungguhnya bukan perbuatan baiknya yang berbuah buruk,melainkan karena kondisi diisaat itu pas untuk kamma buruk "masa lampaunya" berbuah sehingga perbuatan baik tersebut kemudian menjadi pemicu munculnya buahnya kamma buruk "masa lampau" orang tersebut, sehingga terlihat seolah olah perbuatan baik tersebut berbuah buruk, padahal sesungguhnya itu adalah buah kamma buruk masa lampaunya yang matang disaat ini karena kondisinya sudah pas.
Sedangkan Perbuatan Baiknya disaat ini tetap akan menghasilkan buah baiknya bila kondisinya juga sudah pas dan tentunya akan muncul juga melalui pemicunya sendiri disaat itu.
Demikian pula sebaliknya perbuatan buruk yang seolah olah terlihat berbuah baik.
Meskipun ini sulit dibuktikan dan "andaikan" bahkan kalimat diatas adalah salah, ternyata PERBUATAN BAIK BENAR BENAR BELUM TENTU BERBUAH BAIK, namun tetap memilih untuk tidak melakukan perbuatan jahat AKAN SELALU MENJADI PILIHAN YANG TERBAIK, karena orang yang melakukan perbuatan jahat HIDUPNYA TIDAK AKAN PERNAH TENANG.
Oleh karena itu bila belum ada kebajikan (Perbuatan Baik) yang bisa kita lakukan saat ini setidaknya cobalah mulai belajar untuk
HINDARI KEJAHATAN
Kemudian baru PERBANYAK KEBAJIKAN (Pebuatan Baik), dan terakhir
SUCIKAN HATI DAN PIKIRAN, inilah intisari ajaran Buddha, jalan menuju Lenyapnya Penderitaan.
Semoga Semua Mahluk Berbahagia..._/\_
ŜαÐнů(*)ŜαÐнů(*)ŜαÐнů
Sent from BlackBerry® on 3
Sabtu, 06 Juli 2013
Sepuluh jenis karma baik dan Sepuluh jenis karma buruk :
1. Gemar beramal dan bermurah hati (Dana) - Akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehidupan yang akan datang
2. Hidup bersusila (Sila) - Mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbahagia
3. Bermeditasi (Bhavana) - Berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam bahagia sorga sorga sampai step by step tahap kondisi Nibbana/Nirvana
4. Berendah hati dan menghormati orang yang patut dihormati (Apacayana) - Menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur
5. Berbakti atau melayani orang yang patut dilayani (Veyyavacca) - Berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat
6. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain atau pemberian Jasa (Pattidana) - Berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih dalam banyak hal
7. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain atau turut bahagia atas kebaikan orang lain (Pattanumodana) - Menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan
8. Mendengarkan Dharma (Dharma Savanna) - Berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan
9. Membabarkan Dharma (Dharma Desana) - Berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan
10. Mengarahkan pada pandangan benar (Ditthijju karma)- Berbuah dengan diperkuatnya keyakinan
***
Sepuluh jenis karma buruk :
1. Pembunuhan (Panatipata) - Akibatnya pendek umur, berpenyakitan, senantiasa dalam kesedihan karena terpisah dari keadaan atau orang yang dicintai, dalam hidupnya senantiasa berada dalam ketakutan
2. Pencurian atau mengambil barang yang tidak diberikan (Adinnadana) - Akibatnya kemiskinan, dinista dan dihina, dirangsang oleh keinginan yang senantiasa tidak tercapai, penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain
3. Perbuatan asusila (Kamesumicchacara) - Akibatnya mempunyai banyak musuh, beristeri atau bersuami yang tidak disenangi, terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal seksnya
4. Berdusta (Musavada) - Akibatnya menjadi sasaran penghinaan, tidak dipercaya khalayak ramai
5. Menfitnah (Pisunavaca) - Kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti.
6. Kata-kata kasar dan kotor - Akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain
7. Omong kosong (Samphappalapa) - Akibatnya bertubuh cacat, berbicara tidak tegas, tidak dipercaya oleh khalayak ramai
8. Keserakahan atau ketamakan(Abhijja) - Akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat-sangat diharapkan
9. Kebencian, kemauan jahat atau niat untuk mencelakakan makhluk lain (Vyapada) - Akibatnya buruk rupa, macam-macam penyakit, watak tercela
10. Pandangan salah (Micchaditthi) - Akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya, kurang bijaksana, kurang cerdas, penyakit yang lama sembuhnya, pendapat yang tercela
***
Sent from BlackBerry® on 3